saat angin berdiam tak mahu ke mana-mana
saat matahari canggung berteleku di kaki langit
saat awan mula berarak untuk berpaksi di timur
saat gelombang laut jadi mengerikan
saat semua bertempiaran mencari kuasa
kau eratkan rangkulan tangan mu
agar terdakap setiap sesuatu yang menerima
hingga mereka jadi tenang dalam kasih mu
hingga tertidur jiwa mereka dengan kalimah mu
alangkah beruntung kemenangan ini
alangkah bahagia penyerahan ini
kami cuma bermula dengan nama mu
kau langsung jadikan rantai membelenggu kami
wahai pendamping jiwa manusia..
Thursday, February 11, 2010
Wednesday, February 10, 2010
"Padamu, dariku dan anakmu yang berbaring di sisimu dan yang telah mengikutimu. Salam, wahai Nabi Allah.
Kesabaranku dan kemampuanku telah semakin lemah, kerana nasib orang yang dicintaimu, wahai Nabi Allah. Tetapi, bagaimanakah diriku boleh bersabar dengan nasib buruk yang menimpaku dan kehilangan dirimu?
Aku telah menguburkanmu, tetapi dirimu masih ada di hatiku. Kita semua dari Allah, dan kepadanya kita akan kembali. Tetapi kesedihanku itu abadi dan malam-malamku yang gelap, tidak boleh tidur, sampai Allah membawaku ke rumah tempat dirimu berada sekarang.
Sekarang anakmu akan menceritakan bagaimana kaummu saling bergabung untuk melawan anakmu dan mengambil hak-haknya. Suruhlah dia menceritakan segala sesuatu yang telah terjadi walaupun kepergianmu belum begitu lama dan orang belum melupakanmu.
Salam untuk kalian berdua. Salam dari seorang lelaki yang tidak memiliki rasa marah dan sedih lagi."
Ali oleh Abu Ubaidillah Syariff
Kesabaranku dan kemampuanku telah semakin lemah, kerana nasib orang yang dicintaimu, wahai Nabi Allah. Tetapi, bagaimanakah diriku boleh bersabar dengan nasib buruk yang menimpaku dan kehilangan dirimu?
Aku telah menguburkanmu, tetapi dirimu masih ada di hatiku. Kita semua dari Allah, dan kepadanya kita akan kembali. Tetapi kesedihanku itu abadi dan malam-malamku yang gelap, tidak boleh tidur, sampai Allah membawaku ke rumah tempat dirimu berada sekarang.
Sekarang anakmu akan menceritakan bagaimana kaummu saling bergabung untuk melawan anakmu dan mengambil hak-haknya. Suruhlah dia menceritakan segala sesuatu yang telah terjadi walaupun kepergianmu belum begitu lama dan orang belum melupakanmu.
Salam untuk kalian berdua. Salam dari seorang lelaki yang tidak memiliki rasa marah dan sedih lagi."
Ali oleh Abu Ubaidillah Syariff
Tuesday, February 9, 2010
cinta tuhan ku telah memadam sugul pada wajah sang matahari
hingga terik cahaya langsung tidak memberi kesan pada mereka yang ditelanjangkan
dakapan kasihnya terus mahu melarut ke dalam bumi
sampai mereka lupa kalau sebenarnya ada kuasa besar sedang memalingkan
hati-hati para pencinta dunia
sungguh kita orang-orang yang paling rugi..
hingga terik cahaya langsung tidak memberi kesan pada mereka yang ditelanjangkan
dakapan kasihnya terus mahu melarut ke dalam bumi
sampai mereka lupa kalau sebenarnya ada kuasa besar sedang memalingkan
hati-hati para pencinta dunia
sungguh kita orang-orang yang paling rugi..
Thursday, January 28, 2010
Thursday, January 7, 2010
jangan hidup dengan masa lampau. tapi kalau masa lampau itu juga adalah masa sekarang bagaimana? mama langsung tidak dapat tidur malam tadi. memang payah rupanya hidup dengan orang yang punya masalah kemurungan. walaupun dibantu dengan dadah approval dari doktor. rumah akan jadi kelam kabut. kadangkala ketika mama hilang sabar dia akan ucap ini - lebih elok mati..tak tertanggung dah semua ni..
tapi saya pula hari itu berdoa untuk orang lain yang mati bukan mama. saya berdoa sekeras-kerasnya semoga tuhan segerakan ajalnya..
salah kah kalau saya pilih itu kerana wujudnya dia pun memudaratkan orang lain. dari segi segalanya. lengkap.
tapi apa yang saya tahu tentang masa depan. tuhan lebih mengetahui kiranya panjang umur dia dan dapat dimanfaatkan untuk menghapus dosa. atau pun pendek umur dia untuk memelihara beban dosanya agar tidak ia semakin menggunung.
alah..semua manusia pun punya dosa. pilihan-pilihan saya ini cuma untuk setiap moment-moment yang berlalu dan perasaan waktu itu. jangan menghukum dulu kerana saya tak punya prinsip apa pun dalam hidup.
tapi saya pula hari itu berdoa untuk orang lain yang mati bukan mama. saya berdoa sekeras-kerasnya semoga tuhan segerakan ajalnya..
salah kah kalau saya pilih itu kerana wujudnya dia pun memudaratkan orang lain. dari segi segalanya. lengkap.
tapi apa yang saya tahu tentang masa depan. tuhan lebih mengetahui kiranya panjang umur dia dan dapat dimanfaatkan untuk menghapus dosa. atau pun pendek umur dia untuk memelihara beban dosanya agar tidak ia semakin menggunung.
alah..semua manusia pun punya dosa. pilihan-pilihan saya ini cuma untuk setiap moment-moment yang berlalu dan perasaan waktu itu. jangan menghukum dulu kerana saya tak punya prinsip apa pun dalam hidup.
Subscribe to:
Posts (Atom)